Anda Beruntung!
Entah di Mall, atau via selebaran pos, sesekali anda akan berhadapan dengan taktik pemasaran ini, yang memanfaatkan sisi lemah manusia terkait kebutuhan untuk
merasa spesial, dan ketertarikan akan
barang gratisan.
Taktik yang dilancarkan akan membuat seolah-olah anda adalah seorang spesial, atau pemenang, melalui serangkaian langkah-langkah terstruktur. Apa yang terjadi, sebenarnya adalah jebakan psikologis...
Jebakan Psikologis Ronde 1: Anda terpilih!Jika melalui selebaran pos, isi pesan yang disampaikan biasanya berupa keterangan bahwa anda adalah
satu dari sedikit saja yang terpilih untuk mendapatkan hadiah khusus dari si pengundang. Undangan lantas mensyaratkan anda untuk hadir ke lokasi tertentu (biasanya toko atau stand di mall), untuk menukarkan undangan dengan
aneka hadiah khusus yang mungkin anda dapatkan. Sasaran dari selebaran pos ini, biasanya adalah kaum wanita.
Selanjutnya, jika anda kemudian tertarik dan mendatangi lokasi yang dimaksud, maka dimulailah jebakan psikologis tahap II.
Jebakan Psikologis Ronde 2: Anda beruntung!Setelah anda tiba di lokasi yang dimaksud, para pramuniaga yang bertugas akan menyambut anda, dan kembali
menekankan betapa beruntungnya anda. Setelah menunjukkan undangan, maka biasanya anda akan diberikan pilihan; menerima hadiah dan pulang, atau ikut serta dalam pengundian tahap lanjut. Jika anda berkeras hanya ingin hadiah gratis yang dimaksud (asbak, jam, atau souvenir lainnya), maka selamat! Anda telah memenangkan ronde ini.
Namun berdasarkan
nature, biasanya anda akan tertarik untuk mengikuti undian tahap lanjut.
Undian tahap lanjut ini biasanya akan dibuat dengan penampilan se-innocent mungkin. Entah itu berupa kupon diskon acak, atau apapun yang mengharuskan anda memilih diantara sekian banyak pilihan (tapi jangan khawatir... semua pilihan mengarah ke akhir yang sama koq).
Berikutnya, apapun hasil undian anda, maka mereka akan kembali menekankan betapa beruntungnya anda. Hasil undian paling sering adalah diskon rupiah untuk produk-produk yang mereka tawarkan (ya, mereka jualan, bukan aksi sosial bagi-bagi hadiah gratis). Setelah sampai di tahap ini, maka anda akan kembali dihadapkan pada dua pilihan: mau diambil? Atau mau ikut tahap undian selanjutnya? Dan dimulailah Jebakan Psikologis Ronde 3.
Jebakan Psikologis Ronde 3: Anda super-beruntung!Undian tahap lanjutan ini biasanya disertai dengan prasyarat yang membuat anda
agak ragu. Misalnya, ada empat hasil undian yang mungkin; dapet barang anu, barang anu, anu, atau...
diskon yang telah anda terima itu akan hangus. Tapi berhubung harga barang yang bisa dibeli dengan diskon tersebut masih cukup tinggi (sekitar 4-5 juta kurangnya), maka biasanya anda akan berpikir
"Ya sudah, I got nothing to loose toh? Siapa tau aja...".
Dan..... mereka akan kembali menekankan prasyarat yang membuat anda agak ragu, termasuk resiko besar yang sedang anda hadapi (kemungkinan kehilangan diskon). Jika anda sudah bulat tekad, maka anda pun akan melangkah dengan pasti, namun jika anda terlihat ragu-ragu, maka mereka akan beralih taktik dengan menyajikan fakta-fakta mengenai seberapa besarnya kesempatan anda, jadi anda
tidak usah khawatir.
Setelah undian tahap lanjutan ini dilaksanakan, maka biasanya hasilnya adalah
hadiah terbesar! Wow! Anda SUPER-BERUNTUNG!!!
Atau
"Waaah, maaf ya, ternyata anda gagal.... eh.... tunggu... tunggu sebentar.... hah? Hadiah terbesar?.... Mungkinkah?!?!"
Dan mereka lantas dengan tegang berupaya mengubungi otoritas yang lebih tinggi (bukan, bukan Tuhan), untuk mengkonfirmasi mengenai kejadian langka dimana di counter tempat mereka beroperasi, ternyata ada seorang pengunjung yang SUPER-BERUNTUNG.
Manajemen pun lalu terkesan kaget dan minta untuk berbicara langsung dengan pengunjung yang SUPER-BERUNTUNG tersebut. Dimulailah Jebakan Psikologis Ronde 4 (kali ini nggak ada pilihan, 99% pasti anda akan masuk ke tahap ini).
Jebakan Psikologis Ronde 4: Tawaran MenarikPembicaraan telepon ini akan berlangsung dengan agenda utama; reminding, pengingatan-ulang kepada si super-beruntung, mengenai betapa super-beruntung nya mereka. Tapi selanjutnya, pembicaraan juga akan dikembalikan ke kondisi awal dimana ini semua bermula; bahwa anda akan mendapatkan segala macam bonus ini,
kalau anda membeli salahsatu produk mereka. Afer-all, yang anda dapatkan tadinya adalah diskon pembelian bukan?
Dalam tahap ini kemudian mereka akan melakukan serangkaian perang psikologis yang membuat anda merasa super-beruntung, dan rela untuk membeli salahsatu dari produk yang dimaksud tersebut supaya mendapatkan hadiah melimpah!
Hadiah yang sebenarnya tak lain tak bukan,
anda biayai sendiri melalui uang yang anda bayarkan. Karena biasanya, terdapat mark-up besar-besaran pada harga produk yang ditawarkan, sehingga membuat anda menganggap betapa super-beruntungnya anda bisa mendapatkan sekian banyak barang mahal dengan harga yang cukup murah.
Memang beneran barang mahal menurut anda? Silakan bandingkan sendiri ke department store atau toko tradisional untuk perbandingan harga. Anda akan dapati bahwa produk sejenis dari merk yang lebih mapan dan terkenal, terdaftar secara resmi, beriklan di media massa dan memiliki identitas serta alamat produsen yang jelas, dijual dengan harga yang jauuuuuuh lebih murah.
Tapi kan mereka menjual produk khusus dengan merk khusus? Justru supaya sulit dibandingkan dan tidak bisa dilacak. Silakan teliti sendiri kualitas material dan tampilan dari barangnya, atau minta teman anda yang lebih awas soal kualitas barang untuk memeriksanya.
Jika dalam tahap final ini anda memutuskan untuk melakukan transaksi, selamat! Anda telah mendapatkan aneka barang berharga untuk keperluan anda. Berita buruknya, kemungkinan besar seluruh barang-barang kemenangan anda tersebut walau digabungkan ternyata memiliki nilai nominal yang jauh lebih rendah dari yang telah anda bayarkan.
Jika dalam tahap final ini anda memutuskan untuk urung melakukan transaksi, jangan harap mereka akan menyerah begitu saja. Tapi bulatkan tekad, just say NO! Dan akhirnya anda akan keluar sebagai pemenang... walaupun baru setelah pertarungan 4 ronde.
Akhir kata, mungkin saja barang-barang yang ditawarkan tidaklah terlalu buruk... tapi mengingat cara pemasarannya yang penuh
jebakan betmen, maka anda patut curiga, SUPER-CURIGA.
Ada yang pernah mengalami sendiri? Atau tertarik untuk mengalami sendiri? Soalnya saya tau salahsatu lokasi jualan semacam ini. Anggap saja latihan =)
Silakan diteruskan pada keluarga dan rekan-rekan anda yang nggak punya internet. (bay)